Thursday, 25 May 2017
Anda Berada di : Beranda » Disnaker Diminta Bantu Siapkan Peserta Calon Magang

Disnaker Diminta Bantu Siapkan Peserta Calon Magang

Ketua Bidang SDM Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Dasep Suryanto menilai program pemagangan yang sedang disiapkan Kemnaker sangat baik untuk mendekatkan pencari kerja dengan kompetensi. Namun agar program ini berjalan sukses, semua pihak harus terlibat termasuk dari dinas Ketenagakerjaan di daerah.

"Kami ingin disnaker ikut bantu siapkan peserta magang. Karena menurut saya, ada tiga hal yang harus disiapkan untuk pemagangan, pertama, sumber pemagangnya harus jelas, pemakainya itu juga harus clear dan apa keuntungan bagi perusahaan juga harus jelas," terang Dasep dalam rapat koordinasi di kantor Kemnaker, selasa (3/5/2016).

Hal ini penting untuk menjaga Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tetap berperan sebagai pengontrol proses tersebut. Sekaligus sebagai pendamping peserta magang.

Menanggapi hal ini Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Khairul Anwar menegaskan kembali bahwa output dari program pemagangan adalah peningkatan kompetensi, sedangkan outcomenya yakni penempatan ke pasar kerja. 

"Kita ingin seperti usulan dari Pak Dasep," ujar Khairul di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Selasa (3/5/2016).

wakil dari perusaan PT Gajah Tunggal Wiji Santoso yang hadir dalam rapat koordinasi penyiapan pemagangan 200 ribu caalon pekerja menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dan menyambut baik program tersebut. 

"Kami sudah bicara 2 dan kami mendukung. Namun kami juga mengusulkan fleksibilitas porsi antara 25 dan 75 persen dalam silabus," terangnya.

Dalam kesempatan ini Wiji juga mengusulkan pengukuran daya saing melalui daya total uang saku. Sebab menurutnya hal ini berkaitan dengan labour cost. "Ini penting untuk menjaga hubungan dengan Serikat Pekerja. Karenanya program ini juga perlu ada sosialisasi dengan Serikat Pekerja/Serikat Buruh," paparnya.

Selain itu, Ketua Indonesia Human Resource Institute (IndHRI) Yunus Triyonggo, menganggap Program Pemagangan sebagai tugas mulia yang harus terus berjalan dan segera direalisasikan. 

"Di HR director sudah semangat untuk dukung program ini. Holcim dan lain-lain sudah semangat. Tapi bagaimana insentif yang bisa diberikan yang bisa jadi benefit harus segera dirumuskan. Kalau top down, khawatirnya tidak suitainable. Tujuannya magang kan salahsatunya untuk suitainable talent," paparnya.

Sedangkan Irwan selaku perwakilan dari Unilever, meminta Kemnaker agar membangun sistem yang kredibel dan menjamin convedencial. Sebab apapun yang apapun yang terjadi tetap ada kompetisi antar perusahaan. Namun ia menyatakan sikap untuk mendukung program ini. 

Dalam kesempatan itu, Direktur Pemagangan Kemnaker, Asep, menyatakan bahwa peran dan fungsi pemerintah pada dasarnya hanya sebagai fasilitator. Karena pemagangan tersebut pada dasarnya merupakan kebutuhan perusahaan juga untuk suitainable talent. Kemnaker sebagai regulator tanpa dukungan perusahaan tentu tidak akan berjalan.

Banner