Gubernur Banten Cabut Laporan (H-1 Aksi Massal)

Gubernur Banten Cabut Laporan (H-1 Aksi Massal)

Jelang aksi massal yang akan digelar serikat pekerja buruh dan mahasiswa pada Rabu, 5 Januari 2022 besok berakhir dengan pertemuan antara Gubernur Banten dan buruh.  Berdasarkan pantauan, para buruh datang ke kediaman Wahidin Halim di Pinang, Kota Tangerang, pada pukul 18.48 WIB, Selasa 4 Januari 2022 malam.  Kedatangan buruh yakni untuk meminta maaf kepada Wahidin Halim usai melakukan aksi di ruang kerja Gubernur Banten pada Rabu, 22 Desember 2021 lalu. Gubernur Banten, Wahidin Halim mengaku sebelumnya telah memaafkan para buruh. Dirinya juga telah mempersiapkan untuk mencabut laporannya.  "Saya muslim, saya santri sudah saya maafkan. Sudah saya cabut," tegas Wahidin kepada 6 buruh yang statusnya telah ditangguhkan itu.  Dikatakan Wahidin, bahwa perbedaan pendapat antara buruh dan gubernur merupakan hal yang wajar.   Ini Menurut Buya Yahya  "Berbeda pendapat itu menjadi hak kita, tentu kita saling menghormati. Saya tarik saya cabut, saya tidak mungkin menyakiti rakyat saya sendiri," kata Wahidin.



"Hari ini saya juga memohon maaf, kita saling memaafkan," tambah Wahidin melanjutkan.  Menanggapi terkait rencana aksi yang dilakukan buruh besok, Wahidin tidak mempersoalkannya. "Besok yang mau demo silahkan saja saya tidak masalah," katanya.  Di tempat yang sama, Kuasa Hukum Gubernur Banten, Asep Abdullah Busro menyatakan, secepatnya akan mendatangi Polda Banten untuk mencabut laporannya.  "Besok secara resmi rencananya kami akan segera berkoordinasi kepada pihak Polda Banten, serta akan mengurus secara administrasi pencabutan laporan," katanya.


Seperti diketahui, pasca aksi demonstrasi yang berakhir dengan pelaporan Gubernur Banten terhadap beberapa massa aksi itu memantik para buruh kembali menggelar aksi demonstrasi, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) pada Rabu, 5 Januari 2022 besok.  Aksi buruh kali ini tidak sendirian, melainkan ada kekuatan baru di dalam massa aksi yang akan bergabung mengikuti aksi besok. Mereka adalah mahasiswa, yang bersedia untuk berjuang bersama para buruh yang ada di Provinsi Banten. Diberitakan sebelumnya, Ketua DPD SPN Banten, Intan Indria mengatakan, bahwa buruh Banten besok yang akan melakukan aksi bersama dengan mahasiswa.  "Estimasi massa aksi tgl 5 adalah 15.000 - 20.000 orang," ungkap Intan, pada Selasa, 4 Januari 2022.  Dikatakan Intan, ada 3 tuntutan yang akan disampaikan besok oleh massa aksi.


 


Berikut 3 tuntutan buruh dan mahasiswa yang akan menggelar aksi demonstrasi di KP3B, Curug, Kota Serang.

1. Menuntut Gubernur Banten, Wahidin Halim untuk merevisi SK UMK 2022 sebesar 5,4% dari UMK 2021.

2. Menuntut Gubernur Banten, Wahidin Halim untuk mencabut laporan terhadap anggota SP/SB serta bebaskan tanpa syarat.

3. Meminta agar hentikan kriminalisasi pada buruh dan mahasiswa.


Seperti diketahui, berikut besaran UMK Tahun 2022 se-Provinsi Banten yang telah ditetapkan menjadi SK Gubernur.

1. Kabupaten Pandeglang tidak ada kenaikan atau tetap diangka Rp 2.800.292.64.

2. Kabupaten Lebak naik menjadi Rp 2.773.590.40 dari Rp 2.751.313.81 atau naik 0,81%.

3. Kabupaten Serang tidak ada kenaikan atau tetap diangka Rp 4.215.180.86.

4. Kabupaten Tangerang tidak ada kenaikan atau tetap diangka Rp 4.230.792.65.

5. Kota Tangerang naik menjadi Rp 4.285.798.90 dari Rp 4.262.015.37 atau naik 0,56%.

6. Kota Tangerang Selatan naik menjadi Rp 4.280.214.51 dari Rp 4.230.792.65 atau naik 1,17%.

7. Kota Cilegon naik menjadi Rp 4.340.254.18 dari Rp 4.309.772.64 atau naik 0,71%.

8. Kota Serang naik menjadi Rp 3.850.526.18 dari Rp 3.830.549.10 atau naik 0,52%.***


Editor: Rizal Muhammadi
Sumber: Faktaidn


 

Share :

Add New Comment

 Your Comment has been sent successfully. Thank you!   Refresh
Error: Please try again